Thursday, June 18, 2009

Gigi Terindah Manusia 2.500 Tahun Silam

TAHUKAH Anda, penggunaan hiasan pada gigi oleh penyanyi hip hop ternyata bukan hal baru? Sebuah penelitian menemukan bahwa hal itu telah pula dilakukan oleh penduduk asli Amerika sejak 2.500 tahun silam.

Sebagaimana dilansir nationalgeographic.com, manusia kuno di Amerika Utara memperindah giginya dengan takikan, alur, dan perhiasaan yang lumayan mahal.

Temuan itu didapat dari penelitian terhadap koleksi National Institute of Anthropology and History Mexico di Chiapas, Mexico. (lagi…)

KAIRO—Kepala arkeolog Mesir mengatakan sebuah gigi tunggal menyingkap bukti mengenai keberadaan mumi purba yang bernama Ratu Hatshepsut, yang pernah memerintah Mesir 3.500 tahun lalu.

Mumi tersebut teridentifikasi sebagai seorang wanita bertubuh gemuk dengan usia sekitar 50 tahun yang memiliki gigi busuk yang meninggal akibat kanker tulang, demikian yang dikatakan Zahi Hawass dalam sebuah konferensi pers sehubungan dengan penemuan ini.

Ditemukan pada tahun 1903 di sebuah makam di Lembah Kerajaan, di mana Pharaoh Tutankhamun muda dimakamkan, dan Hawass sendiri berpikir demikian hingga baru-baru ini diketahui bahwa mumi tersebut adalah sang pemilik makam, perawat Hatshepsut yang bernama Sitre In. (lagi…)

Punahnya manusia Neanderthal sekitar 30.000 tahun silam masih memicu perdebatan dan menyisakan misteri di kalangan para ilmuwan selama beberapa abad. Namun, sebagaimana diberitakan Daily Mail, Minggu (17/5) disebutkan, seorang pakar fosil terkemuka berkesimpulan bahwa punahnya manusia Neanderthal oleh karena bertemu dengan manusia modern yang kemudian membunuh dan menyantapnya.

Kesimpulan tersebut berdasarkan hasil temuan fosil tulang rahang yang ditemukan di Les Rois, baratdaya Prancis dalam sebuah studi yang dilakukan Journal of Anthropological Sciences. Potongan tulang tersebut mirip dengan yang tersisa di jasad rusa dan hewan-hewan lain yang dibantai oleh manusia di Zaman Batu. Diyakini daging tersebut dimakan oleh manusia modern dan giginya digunakan untuk hiasan kalung. (lagi…)

Fosil sarang berisi telur dinosaurus yang ditemukan di Kanada.

JAKARTA, SELASA – Teka-teki klasik antara telur dulu atau ayam dulu mungkin terjawab dengan penemuan fosil sarang dinosaurus di Kanada. Di sarang yang dibuat 77 juta tahun lalu itu masih terlihat jelas bekas kumpulan lima butir telur.

“Karakteristik sarang tersebut mirip dengan sarang burung,” ujar Francois Therrein, salah satu paleontolog dari Royal Tyrell Museum Alberta, Kanada. Ini berarti bahwa dinosaurus lebih dulu membuat sarang sebagai tempat mengerami telurnya sebelum burung melakukannya. Selama ini, sejumlah pakar evolusi masih berasumsi bahwa burung berkembang dari dinosaurus. (lagi…)

Multiple hadrosaur red blood "cells" surrounded by white, fibrous matrix (Image: Mary H. Schweitzer)

Tulang Dinosaurus yang tertimbun selama 80 juta tahun telah menghasilkan campuran protein dan microstructur menyerupai sel. Temuan ini penting karena menghilangkan keraguan tentang laporan yang sebelumnya juga diklaim dari jaringan dinosaurus yang diambil dari fosil

Protein seperti kolagen jauh lebih tahan lama dari DNA, tetapi mereka tidak pernah mengharapkan hal itu sejak kepunahan Dinosaurus 65 juta tahun lalu. Jadi palaeontologist Mary Schweitzer dari North Carolina State University menarik perhatian ketika dia melaporkan temuan pertama jaringan lunak dan kemudian kolagen dari tulang kaki Tyrannosaurus rex yang utuh sampai tulang tersebut rusak selama penggalian.

Namun kritik mengatakan klaim luar biasa dan lebih banyak bukti yang diperlukan, dan untuk protein sequence, penanganan lebih baik untuk mencegah kontaminasi sampel, dan analisis konfirmasi dari laboratorium. (lagi…)

CALIFORNIA – Ilmuwan menemukan lebih banyak bukti bahwa rangka Hobbit asal Flores, Indonesia merupakan spesies baru manusia.

Rangka Hobbit yang ditemukan pada 2003 itu memang masih menjadi perdebatan dikalangan ilmuwan. Sebagian mengklaim spesies ini merupakan contoh spesies hominin mungil baru. Sementara sebagian lainnya berargumen, spesies ini merupakan sampel manusia modern yang pada perkembangannya menjadi mengecil karena proses seleksi alam. (lagi…)

Meski sudah beberapa bukti ditemukan, masih banyak orang yang meragukan eksistensi manusia raksasa. Para ilmuwan bahkan penasaran terhadap kemungkinan pernah hidupnya jenis manusia besar ini. Atas dasar itulah, sekelompok ilmuwan Rusia mengadakan penelitian sejak awal tahun 2005 lalu di Suriah, Mesir, Lebanon, dan kawasan lainnya di Arab Saudi.

Pelacakan tim ilmuwan Rusia yang dipimpin Ernst Muldashev ini ternyata tidak sia-sia. Menurut laporan Trust Rusia pada 1 Desember 2005 lalu, mereka telah memperoleh penemuan penting dalam penyelidikan bersejarah atas keberadaan manusia raksasa di planet kita ini. Tidak hanya ditemukan jejak kaki manusia raksasa, mereka juga menjumpai makam manusia raksasa. (lagi…)